Di era digital ini, layanan antar makanan atau delivery jadi tulang punggung banyak bisnis kuliner. Konsumen makin mengandalkan kemudahan memesan makanan dari mana saja. Namun, di balik kemudahan itu, ada berbagai tantangan terbesar yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. Dari menjaga kualitas makanan hingga efisiensi waktu, setiap langkah pengiriman penuh rintangan.
Jadi, apa saja tantangan delivery kuliner yang mungkin kamu hadapi dalam bisnis kulinermu terkait delivery? Yuk, kita bedah satu per satu!

Menjaga Kualitas Makanan Selama Pengiriman
Ini mungkin tantangan terbesar delivery kuliner nomor satu. Makanan yang lezat saat keluar dari dapur bisa berubah drastis setelah menempuh perjalanan. Bisnismu harus memastikan pizza tetap hangat dan renyah, es krim tidak meleleh, atau salad tetap segar.
Kamu memerlukan kontrol suhu yang ketat; perubahan suhu dapat merusak tekstur, rasa, bahkan keamanan makanan. Oleh karena itu, kamu butuh packaging termal yang efektif seperti cooler bag atau kotak berinsulasi untuk menjaga suhu optimal. Selain itu, presentasi makanan juga penting. Makanan yang berantakan saat sampai tujuan tentu mengurangi selera. Desain packaging yang kokoh dan anti-tumpah sangat penting untuk menjaga presentasi. Terakhir, waktu tempuh juga sangat berpengaruh. Semakin lama waktu pengiriman, semakin besar risiko kualitas makanan menurun.
Efisiensi dan Kecepatan Pengiriman
Konsumen modern menginginkan kecepatan; mereka tidak suka menunggu lama.
Pertama, optimalisasi rute pengiriman adalah kunci. Kemacetan, jalan memutar, semua itu dapat menghambat. Selain itu, ketersediaan kurir juga menjadi tantangan, terutama saat jam sibuk. Mencari kurir yang memadai bisa sulit, apalagi jika kamu mengandalkan armada internal. Terakhir, estimasi waktu yang akurat sangat penting. Memberi estimasi waktu yang meleset dapat membuat pelanggan kecewa, oleh karena itu sistem pelacakan real-time dapat membantu mengurangi kekecewaan ini.
Biaya Pengiriman yang Mahal
Menyediakan layanan delivery tentu butuh biaya. Ini bisa jadi beban besar, terutama bagi UMKM.
Gaji kurir, baik internal maupun komisi ke platform online, dapat memakan porsi besar dari keuntungan. Di samping itu, biaya bahan bakar dan pemeliharaan kendaraan juga perlu kamu perhitungkan jika memiliki armada sendiri. Terakhir, biaya packaging berkualitas yang menjaga suhu dan mencegah kerusakan juga menambah biaya produksi. Mencari pemasok packaging yang ekonomis namun berkualitas menjadi penting.
Keamanan dan Higienitas Produk
Di tengah pandemi atau kesadaran kesehatan yang tinggi, keamanan dan higienitas makanan sangat krusial.
Pertama, kamu perlu memastikan penanganan makanan yang higienis sejak di restoran hingga ke tangan pelanggan. Selain itu, packaging yang tersegel aman dapat meyakinkan pelanggan bahwa makanan tidak terkontaminasi selama perjalanan. Terakhir, untuk beberapa jenis makanan, terutama frozen food, proses vakum dan sterilisasi packaging perlu menjadi perhatian.
Umpan Balik dan Penanganan Keluhan
Menerima feedback negatif, terutama terkait pengiriman, bisa merusak reputasi.
Kamu memerlukan sistem yang cepat tanggap untuk menanggapi keluhan tentang keterlambatan atau kualitas makanan yang menurun. Selain itu, pelatihan kurir juga sangat penting. Kurir adalah “wajah” bisnismu, sehingga pelatihan yang baik dalam pelayanan pelanggan dan penanganan makanan sangat dibutuhkan.
Menghadapi tantangan terbesar dalam delivery memang tidak mudah. Namun, dengan strategi yang tepat—mulai dari investasi pada packaging yang menjaga kualitas, optimalisasi proses pengiriman, hingga membangun hubungan baik dengan kurir dan pelanggan—bisnis kulinermu bisa tumbuh pesat dan memenangkan hati konsumen.
Apa tantangan terbesar yang paling sering kamu alami dalam bisnis kulinermu saat ini? Yuk, bagikan di kolom komentar!
